prinsip pembagian sisa hasil usaha

prinsip pembagian sisa hasil usaha

1). PENGERTIAN SHU (SISA HASIL USAHA)

2). PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU

3). RUMUS PEMBAGIAN SHU

4). CONTOH KASUS SHU

 B. Prinsip Koperasi

1). PRINSIP KOPERASI MENURUT UU

             – UU No. 12 tahun 1967

             – UU No. 25 tahun 1992

2). PRINSIP KOPERASI MENURUT PARA AHLI

             – Prinsip Herman Schulze

                                  – Prinsip Munkner

– Prinsip Raiffeisen

– Prinsip Rochdale

– Prinsip ICA (International Cooperative Allience)

3). CONTOH KASUS PRINSIP EKONOMI

A.   SHU (Sisa Hasil Usaha)

1.      PENGERTIAN SHU (SISA HASIL USAHA)

Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut:

1.      SHU Total Koperasi pada satu tahun buku

2.      Bagian (persentase) SHU anggota

3.      Total simpanan seluruh anggota

4.    Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota

5.      Jumlah simpanan per anggota

6.      Omzet atau volume usaha per anggota

7.      Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota

8.      Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

2.      PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU

Prinsip-prinsip pembagian SHU, antara lain :

1.     SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota

2.  SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri

3.      Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan

4.      SHU anggota dibayar secara tunai

3.      RUMUS PEMBAGIAN SHU

Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat (1), mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.

Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.

Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s